-Cinta & Pandangan MAta-

RAUDHATUL MUHIBBIIN WANAZHATUL MUSYTAAQIIN
(TAMAN Orang-Orang Jatuh Cinta & REKREASI Orang-Orang Dimabuk Rindu)

Ya Rabb, berikanlah kemudahan, Wahai Yang Maha Pemurah

Segala puji hanyalah bagi ALLAH yang telah menjadikan mahabbah (cinta) sebagai sarana untuk meraih kecintaan dari-Nya. Mahasuci ALLAH yang telah menganugerahkan cinta ke dalam kalbu berkat kekuasaan-Nya menurut apa yang dikehendaki-Nya untuk tujuan yang dikehendaki-Nya.DIA telah menggerakkan cita-cita yang luhur dan tekad yang tinggi dengan kekuatan cinta yang telah difitrahkan secara khusus kepada makhluk-Nya sehingga dapat meraih tujuannya yan gpaling mulia.DIA telah menganugerahkan cinta kepada setiap makhluk-Nya agar menyukai apa yang dicintainya dalam kadar tertentu, tanpa memandang apakah dia keliru atau benar dalam cintanya, dan menjadikan pihak yang mencintai dengan kecintaannya itu merasa disenangkan atau disengsarakan. berkata adanya cinta dan untuk memanifestasikan cinta, diciptakanlah bumi dan langit. berkat adanya cinta, terciptakanlah semua makhluk. karena cinta, menjadi bergeraklah seluruh planet yang beredar di cakrawalanya, dan karena cinta, semua gerakan dapat mencapai tujuannya membentuk mata rantai gerakan yang serasi dan dinamis sejak permulaan hingga penghujungnya. berkat adanya cinta, jiwa ini dapat meraih kehidupan yang baik dan dapat merasakan manisnya iman manakala jiwa ini merasakan ridha kepada ALLAH sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad SAW sebagai rasul anutannya.


Dialah cahaya yang menerangi,
sebagai penutup kenabian,
karunia dari ALLAH yang diberkati dan disaksikan
ALLAH telah menggandengkan namanya
dengan nama diri-Nya, manakali muadzdzin
mengucapkan asyhadu dalam shalat lima waktu

sesungguhnya ALLAH yang mahamulia pujian-Nya lagi mahasuci asma-asma-Nya telah menjadikan kalbu ini bagaikan wadah, maka wadah yang paling baik adalah wadah yang paling banyak memuat kebaikan dan petunjuk, dan wadah yang paling buruk adalah wadah yang paling banyak memuat kesesatan dan kerusakan lagi dikuasai oleh hawa nafsunya.
kehidupan ini tiada lain hanyalah seperti sesaat,
kemudian usai, dan lenyaplah dunia ini seluruhnya
tanpa meniggalkan bekas

mereka bagaikan kafilah yang menempuh perjalanannya
saat malam menurunkan kegelapan tirainya
yang menutupi semua yang ada di persada padang sahara
tekad yang membaja dan semangat yang terus berkobar
melipat jauhnya perjalanan,
sehingga perjalanan malam hari mereka
yang penuh tantangan tak terasa
cahaya bintang-bintang malam hari menuntun mereka
kepada cita-citanya yang tergantung tinggi
diatas bintang-bintang yang terang di langit
mereka bertujuan meraih cita-cita luhur
yang tidak layak bagi selain mereka
tanpa mempedulikan ocehan orang-orang yang mencela

seakan-akan engkau tidak pernah merasa cemas barang sesaat pun
bila telah berhasil meraih apa yang engkau dambakan (‘Umar ibnul Khaththab).

1. Buah Akal
‘Ali bin Abu Thalib mengatakan sesungguhnya telah mendahului masuk ke dalam surga ‘Adn sejumlah kaum, padahal mereka bukanlah termasuk orang yang paling banyak mengerjakan shalat, puasa, haji atau ‘umrah. Mereka adalah orang yang menggunakan akalnya untuk merenungi pelajaran dari ALLAH.
‘Umar bi Khaththab telah mengatakan bahwa orang yang berakal itu bukanlah orang yang dapat membedakan hal yan baik dan hal yang buruk. Akan tetapi, orang berakal adalah orang yang dapat memilih hal yang terbaik di antara kedua hal yang buruk.
‘Aisyah telah mengatakan bahwa beruntunglah orang yang telah dianugerahi akal oleh ALLAH.
Tidaklah sekali-kali ALLAH memberi seseorang
anugerah yang lebih baik,selain akal dan etikanya
keduanya adalah ketampanan seoarang pemuda
dan tanpa keduanya kehilangan nyawa lebih baik baginya

2. menyeimbangkan dorongan hawa nafsu dan potensial akal
apabila kekuasaan berada di tangan akal, maka hawa nafsu akan tunduk kepadanya menjadi pelayan dan pengikutnya, begitupun sebaliknya.Apabila keseimbangan antara hawa nafsu dan akal telah terealisasi, akan menjadi mudahlah bagi seorang hamba untuk memerangi hawa nafsu dan godaan setan.

dalam buku ini terdiri dalam 29 bab, yaitu :
1. Nama-Nama Cinta
2. Akar kata nama-nama cinta
3. alam atas dan alam bawah diciptakan karena cinta dan untuk cinta
5. motivasi cinta dan ketergantungannya
6. hukum pandangan dan bahayanya
7. perdebatan antara hati dan mata
8. pandangan mata dan peluk cium, golongan yang membolehkannya
9. sanggahan terhadap golongan yang membolehkan padangan mata dan peluk cium
10.hakikat kerinduan dan spesifikasinya
11.Rindu:taqdir atau ada campur tangan manusia
12.mabuk rindu
13.kesempurnaan kenikmatan tergantung pada keseimbangan cinta
14.pangagum dan pendamba cinta
15.pencela cinta
16.mendudukkan permasalahan cinta
17.merealisasikan cinta
18.obat mujarab bagi orang yang jatuh cinta
19.keutamaan kecantikan dan kecenderungan jiwa padanya
20.pertanda cinta dan buktinya
21.cinta menuntut sikap monogami dan tidak berhak mendua
22.orang yang jatuh cinta punya rasa cemburu
23.cinta yang tulus
24.akibat melanggar dua jalan diharamkan
25.rahmat dan syafa’at bagi orang yang jatuh cinta
26.meninggalkan yang kurang dicintai demi memilih yang lebih dicintai
27.orang yang meninggalkan kesukaanya yang diharamkan akan dianugerahi yang halal atau ALLAH akan memberinya ganti yang lebih baik
28.lebih memilih hukuman dan penderitaan di dunia daripada kenikmatan hubungan yang diharamkan
29.menentang hawa nafsu demi meraih cita-cita

NB : mudah-mudahn bermanfaat untuk kita semua dan bisa jadi tambahan referensi wat bacaan…

ntar buku 2 dan 3 nya nyusul yah..

1 Komentar

  1. herbaqu berkata,

    Agustus 21, 2008 pada 06:48

    ingin sehat alami baca semua di http://herbaqu.wordpress.com


Tulis sebuah Komentar