Ada banyak ruang di hati kita ….
Januari 29, 2009
Ada banyak ruang di hati kita. Ada ruang untuk berkeluh kesah. Ada ruang untuk berduka. Ada ruang untuk merasa kesepian. Ada ruang untuk merasa lega. Ada ruang untuk berbahagia. Ada ruang untuk rasa-rasa tak bernama. Dan begitu banyak ruang untuk setiap jeda dalam hidup kita.
But, life is about choosing wisely, right ?
Sekarang, berarti tinggal kitanya, mau dan bisa tidak untuk memilih secara bijak.
Kita bisa menghabiskan separuh napas kita untuk berada dalam ruang berkeluh kesah. Atau kita pun bisa memangkas habis seluruh hayat kita dalam ruang bernama kesepian. Semuanya hanya sebuah pilihan. Dan seperti halnya sebuah pilihan, dibelakangnya berderet berantai konsekuensi. Jika dan jika, hanya dan bila, lalu dan kemudian. Hhh…
Ada banyak ruang di hati kita. Ada ruang untuk mengurai letih. Ada ruang untuk merangkai cita. Ada ruang untuk memecah penat. Ada ruang untuk menabur kemilau. Ada ruang untuk rasa-rasa tak bernama, dan begitu banyak ruang untuk setiap jeda dalam hidup kita.
Again, life is about choosing wisely, right ?
Seluruhnya pilihan. Beribu jalan membentang di hadapan. Bertaut pintu terbuka siap dimasuki. Dengan jutaan kilau pesona warna yang ditawarkan. Dan seluruhnya hanya sebuah pilihan.
Look, betapa hebatnya manusia ciptaan Allah ya? Sanggup memilih. Untuk membangkang. Atau tunduk pasrah. Untuk hina. Atau mulia. Untuk bahagia utuh dan seluruh. Atau pilu penuh sesal di setiap jarak.
Hhmm.. tapi manusia adalah manusia. Sejatinya manusia. Bukan alunan cahaya. Bukan pula kobaran api. Hanya tanah. Dan seluruhnya adalah tanah. Ia mulia karena ruh yang ditiupkan-Nya. Ia mulia karena kehendak, kemauan dan kemampuan. Ia akan tetap mulia. Sungguh mulia. Karena pilihan-pilihan. Ia pun bisa hina. Sungguh terpuruk. Karena pilihan-pilihan. Dan seluruhnya hanya sebuah pilihan.
Ada banyak ruang di hati kita. Ada ruang untuk menyemai bintang. Ada ruang untuk setiap tatapan. Ada ruang untuk seluruh pagi dan senja. Ada ruang untuk rasa rentan yang bertahan. Ada ruang untuk setiap kerapuhan. Ada ruang untuk rasa-rasa tak bernama, dan begitu banyak ruang untuk setiap jeda dalam hidup kita.
But, again, life is about choosing wisely, right?
Karena manusia hakikatnya adalah jalinan sendu. Maka, mari sejenak berkunjung ke ruang kerapuhan, ruang mengurai perih, ruang setiap guliran pupus. Ruang yang tampak hanya biru di setiap sisinya. Nikmati setiap jamuannya. Dan jadilah manusia. Namun saat semua mulai menghujam, segeralah berpamitan. Ingat, kita hanya berkunjung. Sejenak. Kita hanya meletakkan lara kita saja. Meninggalkannya di sana. Dan berlatih untuk bersabar. Hingga setelahnya, jauh setelahnya, langkah kita terasa ringan.
Karena manusia hakikatnya adalah rautan gelak tawa. Maka, mari sejenak berkunjung ke ruang penuh kelegaan, ruang menuai kemilau, ruang penuh sinar berbalut semburat hijau. Ruang yang melayangkan setiap berat yang kerap hadir. Nikmati setiap jamuannya. Dan jadilah manusia. Namun saat semua mulai melambung, segeralah berpamitan. Ingat, kita hanya berkunjung. Sejenak. Kita hanya meletakkan lega kita saja. Menitipkannya di sana. Dan berlatih untuk bersyukur. Hingga setelahnya, jauh setelahnya, langkah kita terasa ringan.
Karena begitulah hakikatnya ruang dan rasa. Semuanya bermuara pada Allah. Saja. Allah yang mencipta setiap ruang. Allah yang menghadirkan setiap rasa. Ia pemilik segalanya. Kita hanya pelaksana saja. Menunaikan segala sesuatunya sesuai dengan porsinya. Tidak berlebihan. Karena yang cukup itu baik. Baik untuk kesehatan jiwa. Baik untuk ketenangan Hingga diujung jalan nanti, yang mendekap kita hanya kebaikan semata. Lalu damai pun menyelubungi. Maka jadilah manusia. Maka, jadilah jiwa-jiwa tenang. Will you ?
- Obrolan suatu siang yang penuh maKna -
Bismillah, dengan hati menuju tenang
Dan. Jika hati-hati dan jiwa telah merasa rapuh
Kemanakah ia minta berlabuh
Kecuali hanya…
Mendekat pada Allah saja
Di waktu-waktu sepertiga maLam …
’ Duhai Rabbii… Jangan pernah tinggaLkan kaMi .. ’
No Subject
Januari 29, 2009
Hu…..sumpah akhir-akhir ni gw kepikiran dia mulu, gw mikirin dia bukan karena apa-apa, tapi karena gw rada syok aja, gw g pernah habis pikir kenapa dia bisa kek gini sekarang…dia yang gw g kenal selama ni adalah orang yang sangat baik dan sangat mentingin perasaan orang lain daripada perasaan diri sendiri, dan orang yang sangat sayang ma keluarganya terutama ibunya, tapi kenapa dia sekarang berubah total???berubah 180 derajat, apapun akan dia korbankan untuk ibunya termasuk kebahagiaanya tapi kenapa sekarang dia malah selalu wat ibunya marah dan sakit hati???? Tapi sudahlah itu urusan dia…gw Cuma bisa berdoa, mudah2an ALLAH selalu memberikan yang terbaik dalam setiap apa yang dia lakukan dan mudah2an dia bisa lebih dewasa dalam mengambil keputusan…amien…
Beberapa minggu yang lalu gw ketemu ma sobat gw yang dah mayan lama juga kita g ketemu (sekarang dia dah kerja dan mayan sibuk), kita ngbrol bnyak dan saling bebagi cerita, satu hal yang bikin gw rada kesel adalah dia nyinggung ttg sikap, perasaan, dan kelakuan gw selama ini. Yang menurut dia gw blm bisa lepasa dari bayang2 masa lalu gw, padahal tu Cuma pikiran dia aj, klo dia bisa lebih jernih berpikir, dia bakal ngliat gw jauh lebih baik dan lebih dewasa dari sebelumnya, jauh lebih tegar dan lebih kuat ngadepin hidup, hehehe….satu hal yg pengen gw yakinin ke lo adalah ‘bahwa gw bukan saa yang dulu yang bisanya Cuma nangis, saa sekarang adalah saa yang dewasa dan sudah jauh lebih tegar dalam ngdepin persoalan hidup (amien)…’pokoknya gw tegasin kalo gw bukan seperti apa yang lo pikirin..OK!!
Note : jangan pernah menykiti orang tua kita hanya untuk keegoisan kita, ingatlah setiap tetesan darahnya dan keringatnya sewaktu membesarkan kita hingga kita bisa seperti sekrang ini…dan jangan menyakiti hati sahabat kita, karena hanya dia yang kelak selalu akan ada di waktu kita rapuh…dan selalu bantu sahabat kita untuk bisa selalu tegar dalam manghadapi hidup…teruslah percaya pada sahabat kita klo dia bisa jauh lebih baik dari skarng…