suatu saat dikala sedang terjepit

aku berfikir tentang masa depanku
yang terlihat hanya gelap
keyakinan itu hanya menjadi lentera kecil
kemudian terkadang kita takut untuk melangkah

saat menoleh ke belakang, kekecewaan yang melambai
mengajakku untuk semakin berdansa dalam depresi
aku takut, aku ingin pergi
kemana aku akan pergi?

didepanku ada kehitaman yang pekat
dibelakangku malaikat kekecewaan menanti
lalu aku mulai meloncat-loncat gelisah ditempat itu
nyaman memang, tapi lelah

ternyata aku sadari didepan ada yang memanggil
siapa dia?
dia seperti orang yang ku kenal
dia mirip sekali dengan..
ya aku baru ingat, itu diriku sendiri
dengan bentuk yang berbeda dan dewasa
lengkap dengan baju keberhasilan dan perangkatnya

aku punya mimpi itu,
mimpi-mimpi yang mengajakku tak takut akan gelap
tak tunduk atas rayuan kekecewaan
kemudian dengan segenap kekuatan melangkah kedepan,
dengan pasti menuju mimpi-mimpiku

mimpiku aku datang,
cita-citaku ulurkan tangan muraihlah daku
diriku, mulai sekarang bekerja sama lah
ALLAH berikanlah sinar-sinar terangmu

semoga bisa memberikan semangat dan memberikan energi2 positif

& Komentar

  1. Oson berkata,

    Juli 24, 2009 pada 08:41

    Cukup sudah… mari kita menghadapNya
    Dalam ketakberdayaan, manusia bukanlah apa-apa

    • maysarahsyampaiwa berkata,

      Juli 28, 2009 pada 16:49

      iya..
      tp seharusny dlm ketdiakberdayaan, kita harus jd hamba ALLAH yg lebih baik..


Tulis sebuah Komentar