Mungkin pernah kita bertanya, untuk apa kita hidup, untuk apa kita bertahan hidup, toh nantinya aku, kamu, dia, semua orang akan mati, mati, mati, membusuk dimakan cacing.
Karena nyawa telah ditiupkan ke tubuh ini sehingga bisa bergerak, berasa, dan berpikir, maka kita harus hidup seperti yang telah ditetapkan. Kita harus hidup karena kita memang hidup dan layak hidup. Tapi hidup macam apa yang ingin kita hidupi?
Banyak orang hidup namun telah mati sebelum masanya.
Banyak orang hidup untuk masa lalunya.
Banyak orang hidup tetapi tidak merasakan arti hidup itu sendiri.
Tanya kepada dirimu sendiri:
Apakah kamu telah hidup untuk dirimu?
Apakah kamu telah hidup untuk orang yang kamu cintai?
Apakah kamu telah hidup untuk yang kamu percayai?
Siapakah yang akan menangisimu ketika waktunya datang?
Tanya juga kepada orang sekitarmu, yang dekat denganmu:
Apa yang telah kamu lakukan untuknya?
Bagaimana kalau besok aku mati?
Apa yang kau rasakan kalau aku mati?
Akankah aku dilupakan?
Kita hidup dan kalau ingin benar-benar hidup, kita harus berusaha menjadi yang terbaik, kakak terbaik, anak terbaik, suami terbaik, istri terbaik, teman terbaik, dll. Rasakanlah hidup ketika orang yang kita sayangi berkata di depan banyak orang, “kamu adalah yg terbaik”. Detik itu juga kamu akan rasakan apa itu hidup.
Kamu akan rasakan darah dan darah itu yang mengaliri hidup ini.
Kamu akan rasakan jantung dan jantung itu yang mempompa hidup ini.
Kamu akan rasakan tulang dan tulang itu yang menopang hidup ini.
Kamu akan rasakan paru-paru dan paru-paru itu yang membakar hidup ini.
Inilah yang kusebut hidup. Apakah pernah kamu rasakan?
ketika kurasakan hidupku jauh lebih indah dan berarti
Yanizal berkata,
Agustus 28, 2009 pada 21:16
Sungguh suatu renungan yang dalam maknanya, yang dapat membuat degub jantung si pembaca terpacu lebih cepat. Hidup . . .Hidup . . .dan Hidup memang penuh misteri bagi tiap manusia. Saya hanya ingin menambahkan renungan ini dua baris dari bawah dengan kata2 ” Kamu akan rasakan hati dan hati itu yang menilai hidup ini. Kamu akan rasakan ruh dan ruh itu yang membuat kamu hidup selama ini”. TERIMA KASIH
maysarahsyampaiwa berkata,
September 1, 2009 pada 13:49
@yanizal : sama-sama…klimat yg ditambahkan sangat bermkna hati dah ruh komponen yg plng penting dari hidup…
sekarwengi berkata,
Oktober 10, 2009 pada 01:10
kenapa selalu dihubungkan hidup di badan hidup dan hidup di luar badan hidup meski sama arti mati