Juli 15, 2009 pada 12:13 (Cinta)
Mencinta dan dicintai adalah fitrah. Bahkan cinta itu sendiri adalah cinta.Setiap tarikan nafas, mengandung kalori cinta. Cinta itu bervitamin yang akan menambah stamina tubuh dan jiwa. Terjadinya beberapa macam penyakit, terlebih penyakit hati, karena kurangnya unsur cinta.Perhatikanlah, pohon-pohon yang layu atau jiwa-jiwa yang kering karena kurangnya siraman cinta.
Bercinta adalah sebuah seni dalam kehidupan. Level apa pun dalam hidup ini, akan sangat membutuhkan cinta. Sekerah apa pun jiwa seseorang, pasti ada cinta yang terpendam dalam lubuk hatinya. Tanpa cinta, kehidupan tak pernah ada.
Terjadinya pemanasan iklim global yang mengepung bumi kita, karena menipisnya lapisan ozon cinta. Masing-masing negara ’sangat angkuh’, enggan mengekspresikan cintanya.
Cinta harus menjadi lapisan dan inti dari semua gerakan. Cinta adalah ruh. Cinta adalah sungai hati dan perasaan yang akan bermuara pada samudra keagungan bersama Allah, puncak tertinggi Mahacinta.
Diriwayatkan oleh Abu Daud dari Abi Ummamah:
“Barang siapa mencintai, membenci, memberi dan mencegah karena Allah, sungguh telah sempurna imannya”.
Inilah muara cinta, ‘keimanan’. Iman yang berdasarkan cinta akan menembus sekat-sekat buruk kemanusiaan dan akan menyingkap tabir-tabir hikmah ketuhanan.
“Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk hatinya”.
Bahkan, cinta menjadi prasyarat untuk masuk ke surga.
“Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, kalian tidak akan masuk surga, hingga kalian beriman; kalian tidak akan beriman (dengan sempurna) hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukan kepada sesuatu yang jika kalian lakukan, kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam (kedamaian) di antara kalian”.
& Komentar
Juni 10, 2009 pada 17:01 (Cinta)
Dalam kehidupan kita hampir semua yang ada pada diri kita berbahan bangunan penuh cinta. Ketika kita lahir dari sebuh pelukan ayah dan ibu yang dilandasi dengan cinta. Begitu kita minum, ibu menyusui dengan penuh cinta untuk sang buah hati. Banyak ayah yang membungkus makanannya kala teringat buah hatinya. Bahkan alampun menyediakan makanan dan minuman untuk kita dengan penuh cinta.
Perilaku kehidupan seperti siklus Sunatullah atau hukum Allah pada alam. Disaat Matahari menyinari bumi membawa kehangatan tubuh. Disaat malam tiba Matahari sedang bobok. Sama dalam siklus kehidupan kita Disaat kebahagiaan hadir kita mudah tertawa dan disaat penuh kedukaan kitapun menangis. Semua datang silih berganti.
Maka saya teringat satu hadis Nabi SAW . ‘al-Mukminu lil mukmini kal bun-yaani yasyuddu ba’dhuhu ba’dhaa.‘ artinya, orang mukmin dengan mukmin lainnya bagaikan bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya (HR. Mutafaqun ‘Alaih).
Makna pesan hadis ini mengajak kita agar kita menjadi orang yang menguatkan penuh cinta bagi saudara-saudara kita yang sedang dirundung duka atau penderitaan. Kita bagaikan bangunan satu sama lain. Menguatkan berarti saling mengokohkan bangunan kehidupan kita. Jika kehidupan kita berbahan bangunan cinta, bukankah sudah seharusnya kita juga menguatkan penuh cinta bagi sesama? Sebab cinta anda adalah diri anda yang sesungguhnya.
Wassalam,
-Maysarah Syam PP-
Mari kita saling menguatkan dengan cinta..^_^
& Komentar
Oktober 26, 2008 pada 22:47 (Cinta)
Maafkan aku, untuk ketidaksempurnaanku
mendampingimu
Maafkan aku, untuk terkadang melukai
lubuk hatimu
Meski sekarang ada kekasih lain disisimu
Ingin kuyakinkan kepadamu,
Hatiku masih seluas dulu untukmu
SELAMAT ULANG TAHUN
Panjang umur ……
NB: Semoga ALLAH selalu memberikan yang terbaik wat kita..Amien..
Tinggalkan sebuah Komentar