SAAT KUTEMUKAN SURGA DI TENGAH KELUARGA

Keluarga. Itulah anugerah yang terindah dalam kehidupan. Itulah muara sesungguhnya. Itulah sebenarnya tempat kita selalu berlabuh. Pulang. Berteduh dari ketakutan, kekecewaan, kepedihan, kekeringan fisik maupun hati. Yang lebih mampu memaklumi daripada menghujat. Lebih banyak menerima daripada menuntut. Lebih mudah memperhatikan daripada menghakimi. Semua itu kita tahu. Namun tetap saja kita kerapkali menomorsekiankan keluarga. Bermula dari apa yang kita namakan tuntutan kebutuhan, kita terbang hingga larut malam.

Keluarga adalah tempat dimana kisah perjalanan hidup kita mulai. Perjalanan saat kita mulai memahami kehidupan, ketika mencoba mengenal kerasnya kehidupan dunia, dan bagaimana kita mencoba mengatasi berbagai tantangan yang kita hadapi, semua bermula dari sini, keluarga ini. Sebuah keluarga yang dibangaun karena ketaatan kepada Allah SWT, memang menjadi sumber ketenangan dan keharmonisan hidup.

Keluarga adalah pertalian yang memiliki nilai luhur untuk kebersamaan dan keberhasilan hidup. Bukan hanya di dunia bahkan diakhirat, artinya seseorang tidak akan berhasil tanpa peran serta dari pada keluarga. Keluarga selalu menjadi benteng paling ampuh menghadapi serangan terhadap moral dan spiritual anggotanya Keluarga yang tidak terikat dengan keimanan, rentan terhadap pengaruh dunia yang menggerogoti kehidupan ruhani.

Lalu, kenapa banyak orang sering merasa bebas merdeka ketika jauh dari keluarga ? Padahal sebenarnya mereka akan merasa sangat kehilangan jika mereka benar-benar telah tiada. Karena itu, rebutlah waktu buat keluarga sebagai hadiah terbaik yang diidamkan semua anggota keluarga.

Pulanglah ke keluargamu. Karena masih ada keluarga yang selalu menanti di rumah. Karena masih ada orang-orang yang menanti disaat kita pulang dilarut malam. Karena masih ada orang-orang yang menyisakan sedikit makanan kalau-kalau kita merasa lapar.Maka, pulanglah ke keluargamu…………….

Makna pulang memang sangat teramat dalam. Sebagai mahluk yang sudah mengetahui bahwa kita memikul tanggungjawab pada keluarga, tanggungjawab membimbing mereka, memahami mereka, mengasihi mereka dengan upaya tak henti untuk memperbaiki bersama-sama, kita semestinya sudah melakoni makna “ pulang “ sejak lama. Selagi kita masih ada di dunia fana ini.

“ Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rejeki yang kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan ( yang baik ). ( yaitu ) surga ‘Adn yang mereka masuk kedalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu ( sambil mengucapkan ) : “ Salamun’alaikum bima shabartum ( Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu “ .
Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.

** seandainya skrng aku punya sayap, ingin rasanya terbang pulang kerumah dan memeluk erat engkau mama dan Etta…miss u so much and forgive me..**

Cinta Ayah

Ada cinta yang kadang terabaikan, bukan karena tak berarti besar tapi karena cara pengungkapan yang berbeda..

Kita semua tahu, cinta Ibu tak akan pernah terbayar dengan apapun dimuka bumi ini, tapi bukankah cinta Ayah pun juga tak akan pernah terbayar dengan apapun dimuka bumi ini, meski Rasulullah dalam hadisnya hanya mengucapkan Ayah satu kali tapi sungguh cinta Ayah pun sesungguhnya tak pernah pudar..

Ingat, ketika Ibu sedang mengandung, Ayah yang paling khawatir akan kesehatan Ibu dan anaknya, Ayah yang setianya menunggu Ibu, meringankan tugas Ibu, memijit pinggang dan kaki Ibu, mengelus perut Ibu, menenangkan hati Ibu, dan menemani Ibu, itu semua dilakukannya ditengah kesibukan-kesibukannya, ditengah kantuk dan lelahnya, dan ditengah giat-giatnya mencari nafkah untuk buah hati yang akan segera lahir..

Ingat, ketika kita lahir dan mulai tumbuh berkembang, Ayah yang paling protektif menjaga kita, Ayah yang membantu Ibu mengganti popok kita di tengah malam meski baru pulang malam dan esoknya harus kembali mencari nafkah, memijit punggung Ibu yang menurut dokter itu dapat meningkatkan ASI, menemani Ibu dalam setiap kerepotannya, setidaknya baginya itu dapat menyenangkan dan membahagiakan istrinya kalau ia tidak sendiri..

Ingat, seorang Ayah, dengan cintanya, pergi pagi pulang malam mungkin malah ada yang beberapa minggu atau bulan sekali baru kembali pada keluarganya, tak ada yang lain karena cintanya pada istri dan anak-anaknya..setiap tetes peluh yang membasahi tubuhnya tak akan dihelanya karena cintanya pada istri dan anak-anaknya..keluh kesah jauh darinya hanya ingin melihat istri dan anak-anaknya tersenyum kala ia berjumpa dengan mereka..

Ingat, seorang Ayah, dengan lelahnya, ia sempatkan bermain dengan anak-anaknya, menjadi kambing jalan merangkak pun ia lakukan hingga anak-anaknya pun tertawa bahagia, sosoknya yang selalu dinantikan oleh istri juga anak-anaknya, tak ada lelah yang ia tampakkan..

Ingat, seorang Ayah, dengan kesabarannya, ia turutkan semua permintaan istri dan anak-anaknya, meski ada kecewa hampiri diri mereka, dengan kesabarannya ia hadapi dengan senyuman, hingga syukur itu selalu ada..

Ingat, seorang Ayah, dengan harapnya, hanya ingin yang terbaik untuk keluarganya, hanya ingin memberikan yang terbaik untuk keluarganya, berharap rejeki yang halal untuk keluarganya, rejeki yang berlimpah untuk keluarganya, yang tentu saja datangnya dari ALLAH Yang Maha Segala-Nya..

Cinta Ayah begitu berarti besar, ia yang mencari nafkah, menghidupi keluarga, ia lakukan dengan ikhlas dan lapang..dengan penuh kesadaran akan tanggungjawabnya..

Cinta Ayah begitu berarti indah, ia selalu berusaha untuk selamatkan keluarganya dari segala pintu neraka, ia didik dan jaga istri dan anak-anaknya menjadi pribadi-pribadi tangguh yang selalu ingat akan Tuhannya, ALLAH Yang Maha Segala-Nya, dan Rasul-Nya..

Ayah dan Ibu, adalah sosok cinta yang berbeda, namun mereka berpadu satu dalam ikatan rumah tangga, menjadi indah, menjadi bermakna, Ayah dengan kekuatannya, Ibu dengan kelembutannya..

Cinta Ayah tak akan pernah pudar meski Rasulullah hanya mengucapkan sekali dalam hadistnya, meski negara tak menetapkan hari Ayah, cintanya tetap mengalir indah, mengajarkan banyak hal..

** EttaQ…maafkan anakmu ya..u’re my everything..mizz u **

Doa Untuk Bunda

Ya Allah, rendahkanlah suaraku bagi mereka,
perindahlah ucapanku di depan mereka,
lunakkanlah watakku terhadap meraka dan
lembutkanlah hatiku untuk mereka.

Ya Allah,berilah mereka balasan yang sebaik-baiknya
atas didikan mereka padaku dan pahala yang besar
atas kesayangan yang mereka limpahkan padaku,
peliharalah mereka sebagaimana mereka memeliharaku.

Ya Allah, apa saja gangguan yang telah merasa rasakan,
atau kesusahan yang mereka derita karena aku,
atau hilangnya sesuatu hak mereka karena perbuatanku,
jadikanlah itu semua penyebab rontoknya dosa-dosa mereka,
meningginya kedudukan mereka dan bertambahnya pahala
kebaikan mereka dengan perkenan-Mu, Ya Allah
sebab hanya engkaulah yang berhak membalas
kejahatan dengan kebaikan berlipat ganda.

Ya Allah, bila magfirah-Mu telah mencapai mereka sebelumku,
izinkanlah mereka memberi syafa’at untukku.
Tetapi jika magfirah-Mu lebih dahulu mencapai diriku,
maka izinkanlah aku memberi syafa’at untuk mereka,
sehingga kami semua berkumpul bersama dengan santunan-Mu
di tempat kediaman yang dinaungi kemulian-Mu,
ampunan-Mu serta rahmat-Mu.

Mama…maafkan anakmu, blm bisa menjadi ap yang engkau harapkan…
**dimalam kami berselisih pendapat, 16 may 2009**

« Entri lama