Juni 26, 2009 pada 15:10 (Inginku..)
ehm aku percaya bahwa hidup ini sebuah pilihan …. pilihan yang membentang yang bisa kita kendalikan bahkan tidak bisa kita
kendalikan. seperti pilihan untuk menikah…kalau ditanya mau menikah pastinya sebagai seorang cewek, aku juga mau menikah tetapi ketika aku harus dihadapkan pada pilihan untuk memilih untuk menikah atau being single… ku masih memilih untuk sendiri karena pada dasarnya aku belum siap untuk sebuah komitmen pernikahan. (ini aku yang dulu )
dan sekarang di tahun 2009 adalah masa untuk aku intropeksi diri untuk mengubah setiap doaku, bukannya meminta pasangan hidup kepada ALLAH tetapi lebih kearah, ALLAH mempersiapkan mentalku untuk menghadapi sebuah komitmen terutama komitmen pernikahan yang akan membentang didepan, yang aku tidak tahu komitmen itu akan aku ikat dengan siapa tetapi aku percaya bahwa ALLAH membuat segala sesuatu indah pada waktuNya dengan pilihanNya yang terbaik buatku karena masih banyak Visi kemuliaan ALLAH didalam hidupku ini.
Jadi aku harus belajar membuat pilihan
membuat sebuah komitmen dengan someone,
wish me luck with God ways
Tinggalkan sebuah Komentar
November 3, 2008 pada 18:01 (Inginku..)
“untuk semua sahabat-sahabatku, khususnya untuk PUTRO yang telah banyak membantuku tuk mengerti tentang arti hidup… aku telah banyak mengecawakanmu… untuk Isna dan Mimi yang telah aku anggap seperti saudara sendiri, juga untuk Ratih yang selalu bersedia mendengar segala keluh dan kesahku… dan untuk semua sahabat-sahabatku yang lain…. maaf atas segala salahku… maaf karena aku belum bisa menjadi sahabat yang baek buat kalian….”
hanyalah kata semata tapi berupaya
kiasan belaka namun candamu slalu di rasa
hanyalah engkau yang kadang bangkitkan aku
hingga tak ku rasa hadirmu berarti tak disangka
maaf dan sebenarnya kata ma’af
begitu banyak kekilafan ini
begitu tuli untuk ku dengar
tampak buta mataku melihatmu
karena aku…
keras kepala,telah lupa,telah ingkar….
Kenapa?
Tak begitu
seharusnya aku?
Menebus kerendahan moralku
semua kesalhanku…
dimana aku lupa apa yang kau rasa
dimana aku tak sadar apa yang kita pernah cita-citakan
dan begitu sibuknya aku dengan alur waktu yang menjeratku
sahabat…
maafkan aku atas sikap dan kesalahanku selama ini…
& Komentar
Juni 2, 2008 pada 22:09 (Inginku..)
Tuhan sesekali telpon aku dong
biar aku tahu di mana KAU sungguh.
jangan pakai sljj apalagi sli, yang dekat saja,
lokal cukuplah.
kalau ENGKAU nelpon pakai sljj apalagi sli
betapa jauhnya engkau dariku.
habis, setiap kali kucalling ENGKAU
seringkali mailbox atau terdengar suara mendayu
bidadari : “Tuhan yang anda hubungi sedang sibuk,
tunggulah beberapa saat lagi”
memang dosaku banyak, untuk itu aku pinta
ampunanMu. kalau ENGKAU tak
sudi: wah
pada siapa lagi aku akan meminta.
Tuhan telpon aku dong
tak usah lama-lama, sedetik cukuplah.
dan hidupku akan sempurna.
1 Komentar