Sya’ban semakin merayap, Ramadhan kian dekat

Tidak terasa, sekarang kita berada di hari ke dua puluh dari bulan Sya’ban 1430 H. tinggal sepuluh hari lagi kita akan berjumpa dengan bulan Ramadhan, biidznillah…

“Ya Allah, berkahi kami di bulan Sya’ban ini, juga bulan Rajab yang lalu, dan panjangkan umur kami untuk berjumpa dengan bulan suci-Mu.” Amin

Pada bulan Sya’ban ini hendaknya kita melakukan persiapan di antaranya: Persiapan maknawiyah atau ruhani, dengan membiasakan diri menggiatkan ibadah-ibadah mahdlah, ritual, seperti shuam, qiyamullail, tilawah Al-Qur’an, sedekah, dan yang lainnya. Persiapan fikriyah atau pengetahuan tentang ibadah-ibadah Ramadhan. Persiapan Maaliyah atau materi, guna meningkatkan ibadah-ibadah sosial di bulan Ramadhan nanti.

Disunnahkan untuk memperbanyak shaum (puasa) pada bulan Sya’ban, karena Rasulullah saw. dahulu selalu melakukannya. Dalam kitab As-Shahihain (Shahih Bukhari dan Muslim) terdapat hadits ‘Aisyah ra., dia berkata:“Aku belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menyempurnakan shaum selama satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku belum pernah melihat beliau memperbanyak shaum dalam satu bulan kecuali pada bulan Sya’ban.”

sebentar lagi kita akan menghadapi bulan yang disucikan, bulan yang dimuliakan, bulan Ramadhan. Bulan cerminan kedamaian, persaudaraan, kesetaraan, solidaritas dan kebaikan.

Sya’ban semakin merayap, Ramadhan kian dekat.

“Ya Allah panjangkan umur kami sehingga berjumpa Ramadhan.” Allahumma aamiin.

Hidup

Mungkin pernah kita bertanya, untuk apa kita hidup, untuk apa kita bertahan hidup, toh nantinya aku, kamu, dia, semua orang akan mati, mati, mati, membusuk dimakan cacing.

Karena nyawa telah ditiupkan ke tubuh ini sehingga bisa bergerak, berasa, dan berpikir, maka kita harus hidup seperti yang telah ditetapkan. Kita harus hidup karena kita memang hidup dan layak hidup. Tapi hidup macam apa yang ingin kita hidupi?

Banyak orang hidup namun telah mati sebelum masanya.
Banyak orang hidup untuk masa lalunya.
Banyak orang hidup tetapi tidak merasakan arti hidup itu sendiri.

Tanya kepada dirimu sendiri:

Apakah kamu telah hidup untuk dirimu?
Apakah kamu telah hidup untuk orang yang kamu cintai?
Apakah kamu telah hidup untuk yang kamu percayai?
Siapakah yang akan menangisimu ketika waktunya datang?

Tanya juga kepada orang sekitarmu, yang dekat denganmu:

Apa yang telah kamu lakukan untuknya?
Bagaimana kalau besok aku mati?
Apa yang kau rasakan kalau aku mati?
Akankah aku dilupakan?

Kita hidup dan kalau ingin benar-benar hidup, kita harus berusaha menjadi yang terbaik, kakak terbaik, anak terbaik, suami terbaik, istri terbaik, teman terbaik, dll. Rasakanlah hidup ketika orang yang kita sayangi berkata di depan banyak orang, “kamu adalah yg terbaik”. Detik itu juga kamu akan rasakan apa itu hidup.

Kamu akan rasakan darah dan darah itu yang mengaliri hidup ini.
Kamu akan rasakan jantung dan jantung itu yang mempompa hidup ini.
Kamu akan rasakan tulang dan tulang itu yang menopang hidup ini.
Kamu akan rasakan paru-paru dan paru-paru itu yang membakar hidup ini.
Inilah yang kusebut hidup. Apakah pernah kamu rasakan?

ketika kurasakan hidupku jauh lebih indah dan berarti

THE KEYS

Kehidupan ini ada karena ada suatu rahasia kehidupan yang

hendak disampaikan oleh Sang Khalik atas kesemuanya yang

dicipta olehNya. Tidak ada sesuatu hal yang tidak syarat

makna. Kesemuanya mempunyai arti yang besar bagi yang

bisa mengetahui pesan yang ada didalamnya. Tapi karena

kurang pekanya kita terkadang salah mengartikan segala

kejadian yang kita lalui.

Kita menjadi picik dan takabbur apabila sedikit

kebahagiaan singgah sementara sedangkan kita akan menjadi

sangat geram dan murka tatkala kejadian-kejadian yang

tidak kita harapkan singgah dalam istana kita.

Sebenarnya ada kunci untuk dapat mengetahui apa yang

belum bisa kita baca. Layaknya seorang koki, tidak

dipungkiri lagi bahwa masakan yang disajikannya selalu

terasa nikmat dan lezat karena latihan-latihan yang

dilakukannya selain itu ia tahu kunci memasak yang baik.

Begitu juga seorang pilot, yang mampu menerbangkan sebuah

mesin yang mungkin beratnya beratus-ratus ton hingga

mampu terbang diangkasa raya ini karena ia menyerap ilmu

yang diberikannya dan dijadikannya kunci.

Seharusnya dari sebuah prosesi kehidupan ini telah

memberikan sebuah ilmu kepada kita agar dapat kita

jadaikan kunci. Dan kunci-kunci itu adalah:

* Kunci surga adalah Tauhid
* Kunci pertolongan adalah keberhasilan dan Sabar
* Kunci kemuliaan adalah Taat kepada Allah dan rasulNya

« Entri lama